MENJADI TULUS DAN CERDIK
Kita bersyukur kita selalu ada didalam lindungan dan pemeliharaan Tuhan, Tuhan tidak pernah membiarkan kita bingung ,putus asa , merasa sendiri dan tanpa harapan. Dia sudah memberi tahu terlebih dahulu apa yang akan terjadi, penganiayaan, ancaman , hinaan, dan sebaliknya penyertaanNya terhadap semua murid dan orang-orang yang percaya kepadanya sampai akhir zaman. Namun walaupun ada perlindungan dan penyertaan Tuhan tidak berarti kita boleh mengabaikan keadaan sekitar.
Kita harus ingat tugas kita yang tertulis dalam :
Matius 10:16
” Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”.
Yesus memberi perintah /mandat mengutus murid-muridnya dan umat percaya masuk ke dalam “zona bahaya” untuk menjadi terangNya. Yesus tidak mengutus kita masuk ke tengah Kebun Anggur yang sejuk rimbun , penuh kenikmatan, dan manis . Melainkan Yesus mengutus kita masuk ketengah dunia yang gemerlapan , bergelimang kemewahan , menghanyutkan,juga penuh kekerasan, tipuan dan saling telan , seperti ibarat serigala yang ganas, yang setiap waktu bisa mengkoyak-koyak korbannya, membinasakannya sampai lumat. Maka dalam ayat tersebut kita umatnya harus bisa mengimbangi siasat-siasat serigala yang ganas dengan kecerdikaN dan ketulusan.
Yesus menggambarkan umatnya seperti domba di tengah-tengah kawanan serigala. Dapatkah domba melawan serigala? Demikian pula kita hidup dalam dunia yang begitu jahat, kotor , najis dan dapatkah umatnya melindungi diri?. Namun apakah ini berarti bahwa kita hanya pasrah ketika dijadikan korban? Sementara itu Alkitab menulis Merpati adalah binatang yang mudah ditipu dan tidak peka (Hosea 7:11) sementara ular dikenal sebagai binatang buas yang pandai menghindari bahaya.
Kita diperintahkan masuk ke tengah-tengah kawanan serigala (dunia yang jahat) dan tetap pada identitas kita yang tulus bagai merpati. Tuhan Yesus tidak menginginkan kita menjadi serupa dengan dunia, melainkan memerintahkan kita untuk menjadi “terang” agar orang melihat bahwa kita ini murid-muridNya, cerminan Kasih Allah.
Cerdik seperti ular, Ular mempunyai tubuh yang “flexible”, kitapun harus flexible bisa masuk ke bermacam-macam komunitas untuk menjadi saksiNya. Kita harus pandai-pandai menyesuaikan diri dalam iklim tersebut. Maka umatNYA orang- orang Kristen harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, berarti orang-orang Kristen dalam menjalani kehidupan di dunia yang jahat ini harus pandai menghindari bahaya tanpa menjadi berbahaya bagi orang lain, dan tulus tanpa menjadi bodoh.
Sekarang pertanyaanya adalah , APAKAH KITA termasuk DOMBA ATAU SERIGALA.Biarlah ini menjadi evaluasi bagi kita ,kita harus memilih salah satu , tidak ada pilihan yang ketiga. Karakter keduanya berlawanan. Sifat manusia yang berdosa ditengah dunia ini layaknya seperti serigala yang ganas dan licik dan Tuhan memilih seorang manusia berdosa diantara manusia berdosa lainnya untuk dipakai menjadi GARAM DAN TERANGNYA. Adalah realita bahwa dunia seperti serigala , dan manusia bisa menjadi serigala bagi sesamanya. Jadi dulu kita adalah serigala, maka setelah Tuhan memilih kita menjadi anaknya , maka kita bukan direparasi tetapi menjadi CIPTAAN BARU.. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. 2Kor 5 : 17.
Mari…. kita menjadi kuat tidak terlena, menjadi cerdik dn menjadi tulus.
July 2, 2009 at 11:57 pm
Semoga aku mampu seperti ular dan merpati.
Ini memberanikan aku berbloging ria dgn mereka.
Semoga Roh Kudus selalu membimning kita mensepertikannya.
-
salam Damai!.